|
________________________SINOPSIS__________________________
PEREDARAN BUKU INI DIBATASI DAN PENULISNYA DIANCAM DIBUNUH
Belum ada sebelumnya seorang mantan bandit yang bicara blak-blakan tentang sebuah kejahatan global seperti John Perkins. Melalui alur tulisan yang tak membosankan dan mudah dimengerti, ia membongkar kejahatan jaringan internasional atas upaya Pemiskinan negara-negara dunia ketiga. Sebut saja Tibet, Kongo, Lebanon, Venezuela, Irak, dan lainnya. Ditambah perusahaan besar yang kerjanya memeras keringat pegawainya. Mencengangkan !!
Indonesia sendiri dijarah, kekayaannya dihisap habis, potensinya dilemahkan, posisi tawarnya di hadapan lembaga internasional menjadi tak berharga, rakyatnya dimiskinkan, dan hanya menguntungkan segelintir orang yang menjadi perantara jaringan hitam ini.
_________________________REVIEW__________________________
John Perkins kembali menyuguhkan narasi yang
mencengangkan sekaligus meresahkannya mengenai sepak terjang pemerintah Amerika
dalam mendukung bisnis di negaranya, namun memicu kekisruhan di seantero dunia. —Publisher
Weekly
________________________RESENSI__________________________
MEMBOMGKAR KEJAHATAN JARINGAN INTERNASIONAL
Melalui alur tulisan yang tak membosankan dan mudah dimengerti, John Perkins membongkar kejahatan Jaringan internasional atas upaya pemiskinan negara-negara dunia ketiga. (Syifa Amori, Jurnal Nasional, Juli 2009)
Buku berjudul asli Confession of an Economie Hit Man ini kabarnya sempat dibatasi peredarannya. Bahkan penulis yang kemudian mendapat penghargaan New York Times Best selling Author ini diancam akan dibunuh karena me... |
Taubatnya Mantan Bandit Ekonomi Dunia John Perkins adalah penulis asal Amerika Serikat (AS) yang
mengungkapkan korporatokrasi yaitu jaringan yang bertujuan memetik laba
melalui cara-cara korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) dari
negara-negara Dunia Ketiga, termasuk Indonesia.
Buku ini adalah buku keduanya, setelah Confessions of an Economic Hit Man
(2004). Dan boleh dikata buku ini sebagai lanjutan dari buku pertamanya
tersebut. Perkins menyebut dirinya sebagai bandit ekonomi (Economic Hit
Man; EHM) yang beker... |
|